Kamis, 5 November 2026
TERKINI
⚡ STIKES BBM Gelar seminar kesehatan Dies natalis KE XXII 2026 perang strategis pemerintah percepatan penurunan stunting ⚡ LSM Lembaga Masyarakat Anti Penyalahgunaan Jabatan (LMAPJ) Memberikan Tanggapan atas tudingan menghalangi tugas jurnalistik ⚡ Perkuat kolaborasi Dalam dan luar Negeri Ketua STIKES Bina Bangsa Majene menandatangani MOU internasional Universitas Muhammadiyah Barru ⚡ Akibat hilang kendali i truk Toyota Dyna bermuatan ayam potong hamtam gardu dan mobil terparkir ⚡ Tunjukkan kepedulian sesama insan pers, Pengurus IJS DPW dan kabag SDA sambangi Kediaman Pimpinan Redaksi Garudapos. id Sulbar ⚡ Bupati Majene Lantik 71 pejabat , dari Eselon II,.III,.IV ,perkuat komitmen dan kinerja mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. ⚡ Tumpukan dokumen ijasah Kepala SMP 1 Majene sampaikan imbauan alumni segera ambil ijasah asli ⚡ Seorang wanita asal Makassar ditetapkan tersangka oleh polres majene kasus penipuan, jasa penukaran uang ⚡ Pekerjaan pembangunan Gedung kelas MIN 1 majene di duga gaji Pekerja belum di bayarkan… ⚡ Bupati dan Wabup Majene Sidak Kantor Disdukcapil untuk memastikan layanan prima pasca libur hari raya idul Fitri ⚡ STIKES BBM Gelar seminar kesehatan Dies natalis KE XXII 2026 perang strategis pemerintah percepatan penurunan stunting ⚡ LSM Lembaga Masyarakat Anti Penyalahgunaan Jabatan (LMAPJ) Memberikan Tanggapan atas tudingan menghalangi tugas jurnalistik ⚡ Perkuat kolaborasi Dalam dan luar Negeri Ketua STIKES Bina Bangsa Majene menandatangani MOU internasional Universitas Muhammadiyah Barru ⚡ Akibat hilang kendali i truk Toyota Dyna bermuatan ayam potong hamtam gardu dan mobil terparkir ⚡ Tunjukkan kepedulian sesama insan pers, Pengurus IJS DPW dan kabag SDA sambangi Kediaman Pimpinan Redaksi Garudapos. id Sulbar ⚡ Bupati Majene Lantik 71 pejabat , dari Eselon II,.III,.IV ,perkuat komitmen dan kinerja mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. ⚡ Tumpukan dokumen ijasah Kepala SMP 1 Majene sampaikan imbauan alumni segera ambil ijasah asli ⚡ Seorang wanita asal Makassar ditetapkan tersangka oleh polres majene kasus penipuan, jasa penukaran uang ⚡ Pekerjaan pembangunan Gedung kelas MIN 1 majene di duga gaji Pekerja belum di bayarkan… ⚡ Bupati dan Wabup Majene Sidak Kantor Disdukcapil untuk memastikan layanan prima pasca libur hari raya idul Fitri
Posko Aduan Investigasi: +62 821-8717-166

Cari Arsip & Berita Investigasi

Dugaan Perselingkuhan Oknum Perangkat Desa Kutawis Mencuat

Dugaan Perselingkuhan Oknum Perangkat Desa Kutawis Mencuat

Purbalingga –Referensi Aktual Mapj– Dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum Kepala Dusun (Kadus) di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Purbalingga, memicu kemarahan warga. Kasus ini ramai diperbincangkan setelah mencuat ke publik, namun hingga kini belum ada langkah tegas dari pihak pemerintah desa maupun kecamatan.

Salah satu anggota keluarga korban KT mengungkapkan kekecewaannya saat diwawancarai media.
“Setelah adik saya mengeluhkan bahwa istrinya berselingkuh dengan oknum Kadus, saya sangat kecewa. Terlebih, saya mengenal baik Kadus tersebut. Ternyata dia tega melakukan itu tanpa memandang hubungan baik kami,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sejak mediasi pertama dilakukan sekitar satu minggu lalu, belum ada kejelasan arah penyelesaian kasus ini.
“Kami sudah mengadukan hal ini ke Sekcam Bukateja, tapi belum ada tanggapan serius. Saya berharap pihak terkait, baik desa maupun kecamatan, segera menindaklanjuti masalah ini dengan serius,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi, oknum Kadus yang bersangkutan mengakui adanya percakapan mesra melalui pesan singkat.
“Saya memang mengakui isi percakapan itu, dan juga sudah menyatakan kesalahan saya saat mediasi. Namun, percakapan tersebut hanya sebatas keakraban antara kakak dan adik, tidak lebih,” dalihnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa Kutawis menyatakan bahwa hingga kini belum ada laporan resmi yang masuk ke pihak desa.
“Secara birokrasi, kami tidak bisa menindak karena tidak ada aduan resmi dari warga atau pihak keluarga. Saya justru baru mengetahui saat Pak Kadus dipanggil tengah malam untuk mediasi yang juga disaksikan anggota Polsek. Seharusnya proses ini dilakukan melalui jalur resmi desa, bukan langsung ke aparat lain. Babinkamtibmas pun tidak tahu soal ini,” ujarnya.

Sekdes juga menjelaskan bahwa dirinya sempat bertemu langsung dengan pasangan suami istri yang menjadi korban.
“Sang suami mengatakan bahwa yang penting istrinya mau berubah. Namun, setelah itu muncul lagi tangkapan layar percakapan antara Pak Kadus dengan pihak perempuan. Menurut saya, selama belum ada bukti perbuatan fisik atau tertangkap basah, secara hukum ini masih sebatas dugaan,” jelasnya.

Anggota Polsek Bukateja yang turut hadir dalam mediasi membenarkan bahwa kehadiran polisi bertujuan menjaga kondusifitas.
“Begitu mendapat informasi, kami langsung turun ke lokasi sebagai bentuk pelayanan cepat kepada masyarakat. Saat itu suasana memang sudah memanas,” ungkapnya.

Kapolsek Bukateja juga menanggapi kasus ini dan membuka ruang bagi pihak korban untuk menempuh jalur hukum.
“Sampai saat ini belum ada laporan resmi yang masuk. Namun kami siap menerima aduan dan menindaklanjuti secara profesional dan proporsional,” tegas Kapolsek.

(Tim Red)

MAKLUMAT INVESTIGASI & HAK JAWAB REDAKSI

Pemberitaan ini disusun melalui proses verifikasi lapangan, penelusuran dokumen, dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait berdasarkan Undang-Undang Pokok Pers No. 40 Tahun 1999 serta Kode Etik Jurnalistik. Apabila terdapat sanggahan, klarifikasi, atau hak jawab, pihak terkait dapat menghubungi Redaksi Referensi Aktual melalui nomor kontak resmi atau email redaksi.

Rudy Pamungkas

Jurnalis Investigasi & Advokasi Publik Referensi Aktual

Anggota tim jurnalis investigasi Referensi Aktual yang berfokus pada pengawasan aparatur negara, penegakan hukum, serta pemberitaan anti-korupsi dan advokasi kerakyatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *